Persiapan keberangkatan ibadah haji di Kabupaten Cirebon telah mencapai 99 persen, menyisakan tahapan akhir jelang pelaksanaan. Pada musim haji 2026 ini, Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan signifikan pada kuota jemaah, mencapai 2.576 orang. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2025 yang berada di kisaran 2.200 jemaah.
Kesiapan teknis dan administratif seluruh jemaah diklaim hampir rampung sepenuhnya. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim, pada Kamis (9/4/2026) mengungkapkan bahwa persiapan telah mendekati 100 persen, hanya menunggu jadwal keberangkatan per kloter.
Mualim Tamim menjelaskan bahwa kenaikan jumlah jemaah haji ini dipicu oleh panjangnya daftar tunggu di Kabupaten Cirebon. Selain itu, terdapat perubahan sistem penentuan kuota secara umum di Jawa Barat.
Distribusi kuota haji kini tidak lagi hanya berdasarkan jumlah penduduk muslim. Penyesuaian sistem tersebut turut mempertimbangkan panjangnya daftar tunggu di setiap daerah. Kabupaten Cirebon, sebagai salah satu daerah dengan jumlah pendaftar tinggi, mendapatkan peluang penambahan kuota yang lebih besar.
Pembagian Kloter dan Jadwal Keberangkatan Jemaah
Sebanyak 2.576 jemaah haji dari Kabupaten Cirebon akan diberangkatkan dalam tujuh kelompok terbang (kloter). Lima kloter di antaranya merupakan kloter penuh dengan kapasitas sekitar 445 orang per kloter.
Sementara itu, dua kloter lainnya akan menjadi kloter gabungan, berangkat bersama jemaah dari daerah lain seperti Kota Bandung dan Indramayu. Keberangkatan perdana dari Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada 24 April 2026, melalui kloter lima.
Setiap kloter akan mendapatkan pendampingan penuh dari petugas haji. Tim pendamping terdiri dari pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dokter, perawat, serta petugas haji daerah. Mualim Tamim menegaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib.
Persyaratan Administrasi dan Kesehatan Terpenuhi
Dari sisi administratif, seluruh calon jemaah haji yang terdaftar untuk keberangkatan tahun ini telah memenuhi berbagai persyaratan. Mereka telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sesuai ketentuan yang berlaku.
Aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Semua jemaah telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebelum pelunasan biaya. Mualim Tamim menegaskan bahwa jemaah yang tidak memenuhi kriteria kesehatan tidak diizinkan untuk melanjutkan proses keberangkatan.
Jaminan pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan juga menjadi fokus penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai skema pendampingan disiapkan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan akses layanan yang optimal. Perhatian khusus diberikan agar tidak ada jemaah lansia dan kelompok rentan yang terabaikan selama proses ibadah.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·