Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren akan dipercepat pelaksanaannya oleh pemerintah. Upaya ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi santri sekaligus memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional. Percepatan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan (Zulhas), seperti dilansir dari Money.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis, 9 April 2026. Menurutnya, pesantren memiliki peran krusial dalam mendorong kemandirian pangan berbasis komunitas, melalui penguatan ekonomi lokal, semangat gotong royong, dan edukasi bagi masyarakat.
“Kita masih dan akan terus mempercepat implementasi MBG di pesantren, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi santri dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Zulhas dalam keterangan resminya, Jumat, 10 April 2026.
Implementasi program MBG di pesantren dianggap penting karena ketahanan pangan di tingkat komunitas memiliki korelasi kuat dengan ketahanan pangan nasional. Zulhas juga menyoroti kondisi global yang tidak stabil, yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan pangan dunia.
Konflik di berbagai negara dapat memengaruhi distribusi pangan, sehingga pemerintah berupaya memperkuat kemandirian pangan dari dalam negeri. “Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita harus memperkuat kemandirian pangan nasional,” tegas Zulhas.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ulama dan masyarakat. Menurut Zulhas, upaya membangun kemandirian pangan tidak dapat dilakukan secara tunggal. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi dengan ulama dan masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Tebuireng juga diisi dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Zulhas mengatakan, momen tersebut menjadi pengingat bahwa pemenuhan pangan berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Saat ini, santri di pesantren merupakan salah satu kelompok yang menjadi penerima manfaat program MBG. Meskipun demikian, jumlah penerima di pesantren masih relatif terbatas dibandingkan dengan sekolah formal. Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak santri dapat merasakan manfaatnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·